KEINDAHAN DIPENGHUJUNG MASA
KEINDAHAN
DIPENGHUJUNG MASA
Ku lihat hembusan angin menerpa pepohonan
Daunnya berayun-ayun seakan sedang menari
Sayup-sayup ku mendengar kicauan burung
yang bernyanyi
Kepakan sayapnya melambung tinggi hingga
menembus awan
Langit membiru seakan menyatu dengan lautan
Deruan ombak bergulung-gulung hingga ketepi
Ribuan pasir berkilauan karna pantulan sang
mentari
Kumpulan awan berjalan beriringan dalam
kesunyian
Keindahan tak terkira Kau berikan padaku
Namun yang kulakukan hanya membeku
Saat orang-orang merenggut keindahan Mu
Karna ketamakan yang tumbuh dari nafsu
Kini ku tak melihat lagi langit yang biru
Yang kulihat adalah awan yang berwarna
abu-abu
Aku tak melihat pepohonan yang menari lagi
Yang kulihat pepohon yang meringis tersakiti
Diujung sana matahari berbisik pada bumi
Sudah waktunya kau pulang
Bumi yang sudah lelah akhirnya kembali
Dengan ribuan teriakan
yang meminta tolong
KEINDAHAN
DIPENGHUJUNG MASA
Ku lihat hembusan angin menerpa pepohonan
Daunnya berayun-ayun seakan sedang menari
Sayup-sayup ku mendengar kicauan burung
yang bernyanyi
Kepakan sayapnya melambung tinggi hingga
menembus awan
Langit membiru seakan menyatu dengan lautan
Deruan ombak bergulung-gulung hingga ketepi
Ribuan pasir berkilauan karna pantulan sang
mentari
Kumpulan awan berjalan beriringan dalam
kesunyian
Keindahan tak terkira Kau berikan padaku
Namun yang kulakukan hanya membeku
Saat orang-orang merenggut keindahan Mu
Karna ketamakan yang tumbuh dari nafsu
Kini ku tak melihat lagi langit yang biru
Yang kulihat adalah awan yang berwarna
abu-abu
Aku tak melihat pepohonan yang menari lagi
Yang kulihat pepohon yang meringis tersakiti
Diujung sana matahari berbisik pada bumi
Sudah waktunya kau pulang
Bumi yang sudah lelah akhirnya kembali
Dengan ribuan teriakan
yang meminta tolong



Komentar
Posting Komentar